Opinion

Pendidikan Tips Menulis Motivation Letter Untuk Menjadi Asisten Laboraturium

Aku begitu terharu ketika tahu adik kesayangku dua-duanya bisa menjadi asisten laboraturium anatomi. Aku salut dengan tekad mereka untuk sungguh-sungguh menjadi mahasiswa kedokteran dengan baik. Makanya pas dimintain tolong koreksi  motivation letter menjadi asisten anatomi aku pun ikut bersemangat, senang bisa menjadi bagian dari pencapaian hidup mereka.

Menjadi seorang dokter mungkin masih menjadi impian bagi sebagian anak saat ini,  tapi kalau boleh dikoreksi mungkin lebih ke impian orang tua yang ingin menjadikan anaknya seorang dokter. Nah, jika  kamu pecinta drama Korea, mungkin tahu tentang drama yang berjudul Sky Castle, dimana para orang tua murid berlomba-lomba membuat anaknya menjadi dokter dengan menghalalkan segala cara. Alih-alih menjadi dokter yang baik, yang ada malah setelah diterima sebagai mahasiswa kedokteran, mereka kabur hingga terjadi peristiwa pembunuhan dan lainnya yang cukup mengerikan.

Karena apa ? karena motivasi menjadi dokter bukan dari dalam dirinya, melainkan paksaan orang tuanya. Padahal menjadi dokter perlu motivasi dari diri sendiri untuk mengabdi dan melayani pasien nantinya sepenuh hati.

Berbeda dengan kedua adikku yang begitu ingin menjadi dokter, mereka rela berjam-jam belajar, baca buku sampai mata panda tak terkira, mengikuti les, dan menunggu setahun setelah lulus SMA untuk tetap belajar dan diterima menjadi mahasiswa kedokteran. Mungkin sebenarnya tetap ada sentuhan orang tua yang secara tidak langsung mengarahkan mereka termasuk aku pada waktu itu untuk menjadi dokter. Tapi caranya yang begitu lembut sehingga tekad terbesar tetap pada anak kecuali aku hahaha… (Sorry dad, Sorry Mom ^_^) Aku bisa diarahkan mereka untuk kuliah di Jakarta aja udah bersyukur dan bahagia, kalo beneran disekolahin di kedokteran tapi ditengah jalan aku gak kuat yang ada malah bikin kecewa kan (eh jadi curhat).

Well, daripada panjang lebar langsung aja deh aku kasih tips atau lebih tepatnya poin penting yang harus disampaikan dalam sebuah motivation letter :

1. Kenalkan Dirimu dengan Baik

Udah tahu lah ya bahwa tak kenal maka tak sayang apalagi gak kenal gak mungkin disayang. Perkenalkan tentang biodatamu di awal paragraf supaya langsung dikenali oleh pembaca.

2. Tulis dengan Jelas Apa Keinginanmu

Tanpa berbasa-basi tulis niatmu ingin menjadi seorang asistan lab bidang tersebut dengan begitu pembaca langsung tahu poinmu untuk menjadi asisten lab.

3. Tulis Pentingnya Bidang yang Kamu Inginkan

Dengan menulis ini, pembaca akan menilai bahwa kamu mencintai bidang tersebut dan tahu betul bahwa bidak tersebut sangat dibutuhkan, dengan begitu pembaca akan mengartikan bahwa kamu serius melamar

4. Tulis Sedikit Istilah yang Berkaitan dengan Bidang Tersebut

Agar lebih “berisi” dan khas atau apa ya? em lebih dekat dengan bidang itu kamu bisa menyelipkan suatu istilah, teori atau pelajaran mungkin yang berkaitan dengan bidang tersebut.

5. Beritahu Kelebihanmu, Harapan dan Apa yang Dilakukan Ketika Diterima maupun Ditolak

Setelah kamu tunjukkan keinginan besarmu tadi, kamu bisa memberi tahu kelebihanmu dengan sebaik-baiknya tanpa berlebihan, serta begitu besar harapanmu untuk diterima serta langkah apa yang akan kamu lakukan ketika berhasil diterima dan jika mungkin ketika ditolak kamu tetap akan support bidang tersebut dengan hal positif lainnya. Supaya pembaca lebih terkesan bahwa kamu memang menyukai bidang tersebut bukan sekedar posisi asisten lab semata.

Nah, kurang lebih poin-poin itu ditulis dengan jumlah kata atau karakter atau paragraf yang sering ditentukan oleh pihak penyelenggara seleksi. Cermati setiap format dan syarat yang ditentukan agar tidak ada kesalahan kecil yang mempengaruhi penilaian.

Berikut contoh surat motivation letter yang mungkin bisa menjadi acuan, bukan di copy paste plek ketimplek ya adik-adik sekalian. Semoga berguna.

Contoh Motivation Letter Asisten Lab Anatomi

Kepada Yth,

Staf Asisten Laboratorium Anatomi FK UMS

Di tempat,

Assalamualaikum Wr. Wb.

Perkenalkan nama saya Mirna Kei Rahardjo lahir di Surabaya, pada 1 Maret 1998 dari pasangan suami-istri Istono Pudji Rahardjo dan Kusniyah. Saya merupakan anak pertama dari tiga bersaudara. Selama enam tahun saya mengenyam pendidikan sekolah dasar di SD Tembiok Dukuh 01, tiga tahun pendidikan sekolah menengah pertama di SMP IT Al-Hikmah serta saya merukan alumni acceleration class dari sekolah unggulan SMAN 5 Surabaya. Saya merupakan mahasiswa Fakultas Kedokteran Umum angkatan 2017.

Bagi saya dokter adalah pekerjaan yang sangat mulia, karena bisa  membantu menyelamatkan nyawa dan menyembuhkan seseorang dari penyakit walaupun takdir itu sendiri ditentukan oleh Allah SWT. Untuk itu saya ingin sekali menjadi dokter yang bisa menolong banyak orang, meski dengan susah payah dengan menambah waktu belajar akhinya saya bisa menjadi mahasiswa fakultas kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta yang ternyata memang bukan hal yang mudah.

Menjadi mahasiswa kedokteran merupakan langkah awal untuk mewujudkan impian serta kesempatan yang baik untuk menggali lebih dalam potensi diri yang dimiliki. Ilmu kedokteran yang saya dapatkan tidak hanya melalui kegiatan perkuliahan, namun ada banyak kegiatan kemahasiswaan lainnya untuk mendapatkan ilmu tersebut, termasuk dengan menyampaikan ilmu yang saya miliki kepada orang lain karena dengan begitu ilmu tersebut akan lebih tertanam serta mendapat pahala lantaran membantu teman perkuliahan lainnya, salah satunya adalah dengan menjadi Asisten Laboraturium, disini saya memiliki ketertarikan untuk menjadi Asisten Laboraturium Anatomi.

Saya merasa ilmu anatomi dasar itu sangat penting karena dengan mempelajari seluk beluk organ tubuh manusia dalam praktiknya kelak sangat berguna untuk mengetahui lokasi kelainan dan organ apa yang terganggu sehingga mempermudah proses identifikasi penyakit dan pemeriksaan lebih lanjut. Jika saya menjadi Asisten Laboraturium Anatomi saya bisa terus berbagi dan memperdalam ilmu yang saya miliki. Meskipun terdapat dalam keterbatasan waktu dalam pengajaran, saya akan semaksimal mungkin untuk tetap berbagi ilmu anatomi melalui social media yang saya miliki.

Tidak hanya itu, saya merasakan bahwa anatomi memang merupakan passion saya karena berdasarkan pengalaman dalam menjalani stase anatomi saya bisa mengerti dan paham lebih cepat. Banyak teman lain yang merasa memahami serta menghafal ilmu anatomi itu susah, namun saya ingin merubah pemikiran mereka bahwa belajar anatomi itu mudah jika memang sudah menemukan cara yang tepat untuk mempelajarinya. Saya senang belajar anatomi dengan berbagai nama latin organ serta tantangan adrenalin tersendiri ketika menghadapi cadaver, hal itulah yang menjadikan saya semakin terpacu untuk belajar anatomi dan ingin tahu lebih dalam lagi.

Jika nanti menjadi Asisten Laboratorium Anatomi pasti waktu kuliah saya akan berkurang karena saya harus membantu dokter untuk mengajar saat praktiku namun itu sudah menjadi tugas dan tanggung jawab saya. Lagipula lebih banyak manfaat yang saya peroleh ketika menjadi asisten, antara lain dapat menambah wawasan tentang ilmu anatomi yang lebih lanjut, melatih soft skill seperti public speaking dimana saya harus mampu berinteraksi dengan orang lain serta menyampaikan materi agar mudah dipahami, juga melatih leadership karena di dalam laboraturium bekerja secara tim, dan mendapat penghasilan yang merupakan suatu kebanggan tersendiri. Selain itu saya bisa mempunyai keluarga baru, dapat lebih berinteraksi dengan banyak dosen, dan yang tak kalah penting dapat melatih manajemen waktu dengan baik.

Menjadi asisten laboratorium anatomi diperlukan seorang yang cerdas dan rajin. Saya mengakui banyak orang yang lebih cerdas tetapi itu tidak menjadi penghalang bagi saya, malah menjadi motivasi yang besar untuk bisa lebih dari mereka dan mencari tahu hal-hal baru yang tidak saya ketahui sebelumnya serta mendapatkan nilai IPK yang baik. Saya merupakan tipe orang yang pantang menyerah, dengan mengejar apa yang sudah saya pilih dan niatkan di awal. Segala sesuatunya saya niatkan tidak hanya bermanfaat bagi diri saya sendiri tetapi juga bermanfaat bagi orang banyak, dan tentunya semua hal tersebut semata-mata untuk beribadah kepada Allah SWT. Sehingga ketika mengerjakan sesuatu saya membuat target yang dicapai dan menjadikan tugas tersebut menjadi tanggung jawab saya serta amanah yang Insya Allah saya saya jaga agar tidak akan lalai.

Maka dengan motivasi, niat dan kemauan saya dalam menjadi Asisten Laboratorium Anatomi, saya berharap dapat dipilih menjadi Asisten Laboratorium periode selanjutnya, agar saya dapat merealisasikan pemikiran dan semangat saya kepada mahasiswa lain dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas lulusan Dokter Umum yang ada di Fakultas Kedokteran Umum, Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Wassalamualaikum Wr. Wb.

Leave a Reply

%d bloggers like this: