Pregnancy

Cerita Kehamilan Anak ke 2

 

Halo semua, apa kabar ? setelah lama gak nulis aku mau share cerita bahagia yang udah jelas banget ada di judul ya, hehehe. Yup aku lagi hamil anak ke 2 disaat pandemi. “Hamil korban WFH ya ?”, “Di rumah bukannya kerja tapi bikin anak ya?”, “Anak hasil corona wkwkwk”, dan masih banyak pertanyaan serta pernyataan tentang itu. Tapi mungkin pandemi ini memang ada berkah tersendiri karena aku dan suami memang sudah memilki keinginan untuk punya anak lagi sejak umroh tahun. Tapi ikhtiar itu baru membuahkan hasil di bulan Syawal ini sehingga kumaknai sebagai Berkah Ramadhan.

Di kehamilan sebelumnya, suami yang lebih memiliki feeling kalau aku hamil karena dia punya firasat gak enak mau ninggalin aku selama 10 hari ke Bangkok buat trainig. Jadi malem sebelum berangkat, suami beliin tespek dan pagi-paginya pas mau ke bandara dia minta aku tes. Eh, beneran aku hamil, jadilah di cek kandungan pertama itu aku harus pergi ke dokter sendiri soalnya kalau nunggu dia kelamaan. Secara kehamilan pertama itu memang sudah kami nantikan, sehingga ingin secepatnya memastikan kondisinya ke dokter kandungan. Alhamdulillah kehamilan pertama lahir bayi lucu bernama Aisyah Nurani.

Selanjutnya, aku sempat hamil ke 2 namun pas 10 minggu aku menjalani kuretase karena janin tersebut BO (Blight Ovum) alias hamil anggur kalau kata orang, atau janin tidak berkembang. Hari itu bertepatan pada 10 November 2018, berawal dari cek kandungan biasa tapi pas diperiksa ternyata sudah tidak ada detaknya. Padahal di pemeriksaan sebelumnya sudah ada detaknya. Agak syok sih karena serba mendadak dan tidak ada tanda-tanda apapun. Kata dokternya karena memang janinnya bermasalah bukan kondisi ibunya karena waktu itu plasenta sudah terbentuk dengan baik. Cerita lengkapnya bisa dibaca di “Buah Hati”  dan “Pengalaman Kuretase

Dari pengalaman itulah, aku jadi lebih hati-hati dalam mempersiapkan kehamilan selajutnya. Aku dan suami memang sepakat tidak menggunakan kontrasepsi karena bisa dikata kehamilanku memang selalu ditunggu, karena beberapa kondisi tertentu. Namun kami juga tidak mau memaksakan diri sehingga barulah April 2019 kami menyiapkan diri untuk kembali ikhtiar memiliki buah hati. Namun sampai awal 2020 tidak ada tanda-tanda aku hamil. Sampai kepikiran yauda nanti saja kalau kami sudah punya rumah karena rencana di tahun 2020 ini kami ingin mengajukan KPR.

Qadarullah, Pandemi datang dan terhitung sejak 16 Maret 2020 aku menjalani WFH. Full WFH hingga Juni aku kembali bekerja dan suami pun demikian. Disaat-saat itu, kami ya biasa saja yang penting sehat, rencana ambil KPR batal karena kami tidak mau memiliki cicilan ditengah kondisi yang tidak menentu. Sempat terbersit promil dibenakku tapi aku tidak serta-merta melakukannya karena lagi-lagi sikonnya tidak bisa ditebak. Tapi tiap bulan dari sejak WFH entah kenapa aku rajin tespek. Aku berharap di kondisi full dirumah bisa hamil. Nyatanya tidak juga demikian. Aku lebih sibuk bekerja dirumah karena loyalitas lebih dituntun disaat-saat seperti ini. Pak suami pun sebagai perokok juga gak tobat pas pandemi. Beruntung rumah kami ada lantai 3 tempat toren yang bisa dipakai Pak Su sebagai smoking area.

Ramadhan ditengah pandemi membuat kami lebih intens beribadah, load pekerjaan kantor juga jadi menurun seiring memburuknya kondisi perekonomian kala itu, ya memang sudah waktunya pula kita lebih banyak beribadah di bulan suci. Senang bisa setiap hari berbuka puasa dan sholat tarawih bersama di rumah aja. Disaat itu makanan juga lebih terjaga dan Pak Su juga tidak memiliki kesempatan merokok karena puasa serta Allah mungkin telah memberikan ridho-Nya sehingga bisa hamil.

1 minggu syawal aku tespek dengan hasil negatif, hehehe. Tapi aku memiliki perasaan lebih kuat lagi kalau aku hamil karena aku merasa badanku berbeda dari biasanya. Aku merasa badanku sedang ada yang tumbuh sehingga sakit semua sampai pernah suatu hari nangis karena ngerasa badan capek banget gak karu-karuan kayak habis digebukin orang. Selang 1 minggu tespek negatif itu, aku tespek lagi dan karena waktu itu aku sudah telat 4 hari, soalnya aku tipikal orang yang menstruasinya teratur. Eh beneran hasilnya positif meski sama tapi sudah jelas terlihat garis 2. Perasaanku saat itu seneeeeng banget, suami dan ortu juga menyambutnya dengan gembira.

Orang-orang yang ku beri tahu saat itu juga justru satu tim rekan kerjaku, padahal mereka cowok semua tapi bodo amat, aku kasih tau supaya bisa saling backup pekerjaan. Secara lepas Ramadhan, load kerjaan kembali luar biasa seperti sebelumnya. Tapi nyatanya memang sibuk semua sih wkwkwk… Teman-teman terdekatku untuk memberikan doa karena aku ingin sekali didoakan kehamilan ini berjalan lancar. Berbeda dari 2 kehamilan sebelumnya yang aku pendam sendiri hingga beberapa minggu baru share tapi kali ini aku memiliki keinginan untuk didoakan.

Awal kehamilan cukup drama ternyata sempat masuk UGD dan lainnya. Bayangin masuk UGD saat pandemi dan lagi hamil gimana rasanya ? luar biasa, ditambah drama-drama lain yang baru kali ini aku rasain. Mungkin bisa aku ceritain di postingan selajutnya semata-mata untuk sharing pengalaman. Alhamdulillah saat ini sudah 16 minggu dan di pemeriksaan terakhir janinnya berkembang dengan normal. Semoga terus begitu hingga nanti melahirkan. Mohon doanya ya…. dan akupun mendoakan untuk teman-teman serta pembaca yang memiliki keinginanan untuk hamil bisa disegerakan. Aamiin

 

(26) Comments

  1. wah sudah hamil anak kedua ya.. semoga sehat-sehat terus ibu dan bayi hingga persalinan dan setelahnya.

  2. Wah, senangnyaaaaaa 😀
    Semoga senantiasa lancar dan penuh keberkahan yaa
    semua sehaaatt sehaaatttt

    1. MasyaAllah, ikut senaang. Aku juga sedang berusaha hamil lagi setelah dua kali keguguran. Suka sedih kalau ditanya anak, kapan aku punya adek haha. Sehat-sehat yaa, mbak. Lancar semuanya. Selalu dalam lindungan Allah aamiin

  3. Alhamdulillah, akhirnya keinginan menambah momongan terkabulkan. Semoga kehamilannya lancar hingga nanti, Ibu dan calon debay sehat semua. Semangat ya Mbak!

  4. Aamiin.
    Alhamdulillah yaa, semoga dilancarkan dan sehat selalu sampe persalinan nanti.

    hahhaa..ku ngikik, hasil dari korona lokdon .

  5. MasyaAllah, ikut senang bacanyaa. Aku juga sedang berjuang buat hamil lagi setelah 2 kali keguguran. Suka sedih kalau ditanya anak, kapan aku punya adek, haha.
    Sehat-sehat ya, mbaak. Semoga lancar. Selalu dalam lindungan Allah SWT aamiin

  6. Selalu ada cerita dari kehamilan. In syaa Allah akan menjadi kenangan indah nanti. Sehat selalu ya Mbaak

  7. Selamat yaaa… Wah perasaan wanita memang kuat, bs merasakan perubahan pada tubuh…mbaknya peka banget.
    Semoga sehat selalu janin dan ibunya. Lancar sampai persalinan nanti 😍
    Ikut senang…sekali lagi selamat yaaa

  8. Aamiin… semoga janinnya berkembang dengan baik sesuai usianya di dalam perut ya mbak. Sehat terus dan lancar di persalinan nanti

  9. Alhamdulillah, senang bacanya Mba, semoga sehat selalu Ibu dan bayinya ya, Kakak Nurani juga pasti senang mau punya dede bayi

  10. halochichie says:

    Waaahhhh… senang sekali mendengarnya, semoga selalu diberikan kesehatan dan kelancaran sampai persalinan nanti ya mbak. Ikut senang deh, apalagi keinginan punya anak kedua sudah ditunggu ya.

  11. Alhamdulillah mba Mirna sehat-sehat ya, rezeki banget menanti buah hati. Semoga lancar hingga masa persalinan tiba ya mba

  12. Alhamdulillah, turut bahagia dengarnya Mak semoga sehat selalu ya kandungannya hingga nanti lahiran lancar..memang harus jaga kesehatan ekstra ya hamil saat ini..

  13. Selamat ya mba Mirna atas kehamilannya, semoga sehat selalu hingga masa kelahirannya

  14. Alhamdulillah selamat atas kehamilan yang kedua ya Mbak Mirna. Saya juga sekarang sedang menjalani kehamilan yang kedua. Jarak dengan kakanya jauh sampai 11 tahun. Ini juga kehamilan yang ditunggu-tunggu oleh kami.

  15. Selamat ya, Mbak Mirna. Alhamdulillah. Semoga sehat selalu ibu dan bayinya. Lancar sampai melahirkan nanti.

  16. all the very best mba…semoga semuanya lancar yaaa dan enjoy the journey

  17. Wah semoga lancar sampai persalinan ya mba.. sehat ibu sehat dedek bayinya…

  18. Barakallah, semoga lancar ya mbak Mirna.

  19. Selamat ya Mbak atas kehamilannya. Semoga sehat-sehat ibu dan debay nya sampai saatnya melahirkan nanti

  20. Semoga kehamilan kali ini lancar aja ya mba. Sehat selalu ibu dan janin hingga nanti saat kelahiran. Nantinya biar tumbuh menjadi anak yang sehat dan kuat.

  21. Alhamdulillah ikut berbahagia..semoga lancar..sehat gak ada gangguan sama sekali..ibu dan bayi juga keluarga lainnya sehat semua..Aminnnn…

  22. Aprillia Ekasari says:

    Huhuhu maaf baru tahu yang ttg 2018, kenmya lama gak mampir blog Mirna nih 😛

    Selamat ya Nurani akan punya adik, semoga kehamilan kali ini lancar dan dimudahkan nanti sampai lahiran.
    Hayuk paksu-nya digethok #eh dikasi dukungan utk stop merokok demi baby 😀

  23. Your story is so amazing. It can be moment to remember next. Keep fighting be good mom for them as like we can do

  24. […] para ibu yang merasakan kehamilan disaat wabah covid19 melanda. Seperti yang sudah kuceritakan di tulisan sebelumnya, aku sudah ikhtiar untuk hamil sejak tahun 2019 namun nyatanya baru membuahkan hasil saat ini, […]

  25. Masha Allah, barokallah mbak. semoga dilancarkan, diberi kesehatan hingga lahiran.

Leave a Reply

%d bloggers like this: